KPAI Galang “Koalisi Melawan Pornografi”
Jakarta, - Maraknya pemberitaan kasus video porno yang diduga dilakukan oleh artis diyakini memberi dampak negatif yang besar terhadap perkembangan mental anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa. Anak-anak dalam kasus diatas jelas telah menjadi korban. Apalagi itu dipertegas dengan pengaduan yang diterima KPAI tentang banyaknya anak yang menjadi korban bahaya pornografi. Penyebaran materi pornografi di Indonesia sudah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan.
Untuk menegaskan perlindungan anak dari bahaya pornografi, KPAI menggalang dukungan komponen masyarakat anti pornografi. Acara bertajuk “Koalisi Melawan Pornografi“ digelar di Kantor KPAI, Lantai 3 Jl Teuku Umar 10-12, Menteng Jakarta, Jumat siang (25/6.
“KPAI mendorong semua pihak untuk berperan dalam melindungi anak dari bahaya pornografi“ kata Ketua KPAI, Hadi Supeno saat mengawali pertemuan. Hal ini penting karena regulasi yang ada seperti UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi yang diintrodusir pada tahun 2008 belum mampu membendung maraknya peredaran pornografi. “Hal itu diperparah dengan kurangnya sosialisasi dan lemahnya penegakan hukum oleh aparat penegak hukum “, tambah Hadi.
Sementara Komisioner KPAI bidang Pornografi, sekaligus wakil Ketua KPAI, Masnah sari, SH menegaskan bahwa munculnya kasus diatas harus menjadi momentum bersama untuk melawan pornografi. “Semua komponen masyarakat jangan diam saja, membiarkan anak-anak jadi korban dari bahaya pornografi“kata dia.
Acara Koalisi Melawan Pornografi yang digagas KPAI sendiri dihadiri oleh perwakilan pemerintah, masyarakat sipil, tokoh, aktivis, pengacara, dan unsur lainnya. Tampak hadir, penyair senior Taufiq Ismail. Dari unsur pemerintah tampak hadir, Asisten Deputi PA KP3A, perwakilan dari Kementerian Agama, Kementerian Kominfo, Kejaksaan Agung, Kementerian Pemuda & Olahraga. Dari kalangan LSM, antara lain dari ASA Indonesia, Masyarakat Tolak Pornografi (MTP), KIP3, Genap, dan lain-lain. Tampak hadir pula, komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Idy Muzayad.
Seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, dr.Dewi Inong Irana, Sp.KK yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan betapa mirisnya bahwa saat ini ditempat prakteknya banyak dikunjungi pasien anak yang mengidap penyakit kelamin akibat seks bebas. “yang menyedihkan, umumnya orangtua tidak tahu kondisi mereka yang sesungguhnya“ujarnya.
Pertemuan itu sendiri telah menyepakati sebuah Deklarasi seruan Melawan Pornografi. Seruan itu berisi desakan kepada pemerintah, masyarakat, kalangan pejabat publik, selebriti, orangtua dan seluruh komponen masyarakat lainnya untuk berperan aktif dalam mencegah dan mengatasi dampak negatif pornografi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Tentang KPAI
Publikasi
Download





